Proses terciptanya Pemilu Pertama Indonesia bermula dari pengundangan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) pada tahun 1950, dan kemudian dengan diperolehnya status Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949. Pemilihan langsung anggota Badan Konstituante menjadi starting point Pemilu dan undang-undangnya disahkan pada tahun 1953.
Pemilu dilangsungkan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Terdapat lebih dari seratus partai politik yang terlibat dalam pemilu pertama ini, dengan terbentuknya partai politik yang bermacam-macam ideologi serta pandangan. Ada partai yang mendukung pemerintah, ada juga partai yang opposition atau mengkritik. Beberapa partai terkenal saat itu adalah Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Komunis Indonesia (PKI), dan Partai Masyumi.
Ketegangan politik sangat kental.
Ada komplotan yang merencanakan pemberontakan terhadap pemilihan umum, dan beberapa kali menjelang pemilihan tersebut terdapat teror di beberapa wilayah Indonesia. Pemerintah mempertegas pengaturan Ruu Anti Teror dan kriminalitas menghadapi tantangan menjelang pemilu yang amat berbahaya.
Pemilihan Umum berlangsung selama seminggu, dimulai pada tanggal 29 September 1955 dan berakhir pada 5 Oktober 1955.
Jumlah pemilih pada pemilu pertama mencapai hampir 30 juta orang, dan sekitar 75% dari total jumlah pemilih telah memilih. Seluruh pemilihan umum ini diawasi oleh The United Nations Commission on Indonesia (UNCI) yang dipimpin oleh Frank Graham.
Setelah pemilu, hasil perolehan suara dirilis pada 17 November 1955. Partai PNI berhasil memenangkan pemilu dengan memperoleh 57 kursi DPR dan mendapatkan 22,47% suara nasional. Sementara Partai Masyumi berhasil meraih suara terbanyak kedua dengan memperoleh 20,45%.
Pemilu pertama ini merupakan awal dari demokrasi di Indonesia. Meskipun ada banyak tantangan dan ketegangan selama kampanye, pemilu berlangsung dengan lancar dan damai secara umum. Dalam beberapa tahun pasca pemilu, situasi politik di Indonesia tetap tidak stabil. Pada tahun 1958, pasca agresi militer Belanda di Sulawesi, sebuah kediktatoran terbentuk di bawah presiden Sukarno dan pemilu pun dilakukan satu kali lagi pada tahun 1959 dan berlanjut satu kali lagi pada tahun 1971.
Pemilu Pertama Indonesia merupakan sebuah tonggak sejarah bagi negara ini, yang mencatat pengalaman democracy yang penuh tantangan.
Namun, Pemilu Pertama di Indonesia menghadirkan kembali demokrasi yang saat itu sangat diharapkan oleh rakyat Indonesia. Dengan Pemilu, Indonesia memiliki kesempatan untuk menentukan nasib mereka secara langsung dan partisipatif, sekaligus membuktikan bahwa Indonesia adalah sebuah negara demokrasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar